Showing posts with label Review Product. Show all posts
Showing posts with label Review Product. Show all posts

Saturday, 28 May 2011

Review Gigabyte G1.Assassin: Motherboard Gaming Kelas High End Bertema Militer

Di tengah hiruk-pikuk platform Intel Sandy Bridge, Gigabyte kembali merilis motherboard dengan menggunakan chipset Intel X58 yaitu Gigabyte G1-Killer Series. Berbeda dengan motherboard Intel X58 sebelumnya dari Gigabyte, Gigabyte G1-Killer Series adalah gaming motherboard bertema militer. Ini merupakan pertama kalinya Gigabyte merilis gaming motherboard. Gigabyte G1-Killer Series dilengkapi berbagai feature untuk memanjakan gamer yang menggunakannya. Gigabyte memberikan julukan tersendiri untuk feature tersebut, yaitu Super Sight, Super Hearing, Super Speed, dan Super Shield.
Gigabyte merilis G1-Killer Series ke dalam tiga varian, yaitu G1.Assassin, G1.Sniper, dan G1.Guerilla. Perbedaan di antara ketiga varian tersebut terletak pada feature yang dimilikinya. G1.Assassin merupakan varian dengan feature paling lengkap. Pada kesempatan kali ini, kami akan me-review Gigabyte G1.Assassin. Apa saja feature yang diusung motherboard ini dan bagaimana kinerjanya? Simak pembahasannya berikut ini.

Inilah blok diagram sistem yang menggunakan chipset northbridge Intel X58 dan chipset southbridge Intel ICH10R. Chipset Intel X58 menyediakan jalur PCI Express 2.0 hingga 36 buah. Jalur ini dapat dibagi sehingga memungkinkan konfigurasi multi-graphics card Crossfire dan SLI. Sedangkan chipset ICH10R bertugas menyediakan dan mengatur perangkat I/O, seperti SATA II, USB 2.0, dan lainnya.

Spesifikasi

Processor Support Intel Core i7 series in the LGA1366 package
QPI 4.8GT/s, 6.4GT/s
Chipset North Bridge: Intel X58 Express
South Bridge: Intel ICH10
Memory 6x 1.5V DDR3 DIMM sockets supporting up to
24 Gb system memory Dual/3 channel memory architecture
Support for DDR3 2200/1333/1066/800 MHz memory
modules

Support for non-ECC memory modules
Support for Extreme Memory Profile (XMP) memory
modules
Expansion Slots 2x PCI Express 2.0 x16 slots (running @x16 speed)
2x PCI Express x16 slots (running @x8 speed)
2x PCI Express x1 slots
1x PCI slots
Support for 4/3/2-Way ATI CrossFireX and 3/2-Way NVIDIA
SLI Technology
Storage South Bridge : 6 SATA 3Gb/s ports
Support for SATA RAID 0, RAID 1, RAID 5, and RAID 10
Marvell 88SE9182 : 2 SATA 6 Gb/s ports
Support for SATA RAID 0, RAID 1
LAN 1x Bigfoot Killer E2100 chip (10/100/1000 Mbit)
Audio Creative CA20K2 chip (2/4/5.1/7.1-channel )
Support for Dolby® Digital Live/DTS Neo:PC/DTS
Interactive. Support for S/PDIF Out

USB South Bridge : Up to 8 USB 2.0/1.1 ports (4 on the
back panel,USB 4 via the brackets connected to the
internal USB headers)

Renesas (NEC) D720200 chip and 2 x VLI VL810 hubs:
Up to 8 USB 3.0/2.0 ports (4 on the back panel, 4 via the
USB brackets connected to the internal USB headers) *The
USB 2.0 signals of the USB 3.0/2.0 ports are from
the South Bridge.
Internal I/O Connectors 1 x 24-pin ATX main power connector
2 x 8-pin ATX 12V power connectors
2 x 4-pin PCIe 12V power connectors
2 x SATA 6 Gb/s connectors
6 x SATA 3 Gb/s connectors
1 x CPU fan header
1 x system fan header
3 x fan headers
1 x front panel header
1 x front panel audio header
1 x S/PDIF Out header
2 x USB 2.0/1.1 headers
2 x USB 3.0/2.0 headers
1 x clearing CMOS jumper
1 x Quick Boost button header
1 x heatsink LED power connector
I/O Controller iTE IT8720 chip
H/W Monitoring System voltage detection
CPU/System temperature detection
CPU/System fan speed detection
CPU overheating warning
CPU/System fan fail warning
CPU/System fan speed control
BIOS 2x 16 Mbit flash
Use of licensed AWARD BIOS
Support for DualBIOS™
PnP 1.0a, DMI 2.0, SM BIOS 2.4, ACPI 1.0
Form Factor XL-ATX Form Factor; 34.5cm x 26.3cm

Read more »

Ulasan Produk Western Digital 3TB Hard Drive

Kebutuhan akan perangkat penyimpanan data berkapasitas besar dewasa ini makin meningkat. File-file multimedia yang makin membengkak dari sisi ukuran, serta makin umumnya menyimpan game dan aplikasi dalam bentuk disk image seperti .ISO .CIF dan .CUE yang menduplikat keseluruhan isi CD /DVD/BD-Disk ke dalam bentuk file yang dapat diakses menggunakan virtual DVD-ROM, membuat banyak orang memikirkan kembali kapasitas yang mereka butuhkan untuk menyimpan itu semua.
Mungkin dengan menggunakan 3 buah hard drive berukuran 1 TB (TeraByte) terpasang di PC, kita sudah percaya diri dapat menyimpan semua file berukuran besar ke dalamnya. Akan ada waktunya ruang simpan tersebut habis, dan kita akan berpikir ulang mengenai berapa banyak kapasitas hardisk yang kita perlukan untuk menyimpan semua file yang menurut kita penting.
Kabar gembira bagi mereka yang ingin PC-nya dapat menampung berbagai macam file, penggemar multimedia yang boros ruang simpan hardisk serta para artis digital yang menyimpan file model 3D-nya untuk penggunaan lebih lanjut, atau para pembuat film yang pastinya bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan giga file hasil editan. Bayangkan Anda mempunyai 3 x 3 TB space hardisk yang dapat Anda gunakan untuk menyimpan semua file tersebut.
Western digital menghadirkan solusi penyimpanan hardisk 3.5 inch dengan kapasitas total 3 TB. Hardisk ini berasal dari keluarga Western Digital Green. Western Digital Green sendiri adalah hard drive yang dirancang hemat energi, senyap dan dingin.
Spesifikasi:

    * Interface: Serial ATA-2 (3Gbps)
    * Form Factor: 3.5"
    * Cache: 64MB
    * Average Seek Time: 15ms
    * Average Latency: 5.5ms
    * Platters: 4 at 750GB/Platter
    * Peak Read/Write Sequential Watts: 6.0W
    * Idle Watts: 5.5W
    * Sleep/Standby Idle Watts: 0.80W
    * Temperature Range: 5 to 60 Degrees Celsius
    * Acoustics (idle/seek): 24 / 29 dBA

Kompatibiltas Hard Drive 3 Tb pada Perangkat Keras.

Perlu diketahui, penggunaan hard drive berkapasitas 3 TB ini sebenarnya tidak disupport secara langsung oleh perangkat keras, perangkat lunak dan firmware yang ada sekarang. Jika kita tetap memasangnya langsung, maka space yang akan dikenali hanya 2.19TB. Mengapa hanya 2.19TB? penjelasannya sebagai berikut:

Hampir semua hard drive yang kita gunakan menggunakan sebuah skema bernama Logical Block Address (LBA), dimana LBA ini sendiri dimulai dari LBA 0 hingga LBA terakhir yang mewakili banyaknya pengalamatan di hard drive itu sendiri. Setiap LBA mewakili data yang tersimpan di dalam hard drive kita.

Pastinya kita pernah mendengar MBR (Master Boot Record). LBA 0 atau permulaan hard drive kita mengandung MBR, MBR itu sendiri digunakan oleh BIOS untuk menentukan bagaimana PC kita akan di-boot.

Saat ini LBA yang menggunakan MBR untuk bootingnya menggunakan pengalamatan 32-bit, setiap sektor drive mempunyai LBA sebesar 512bytes, dan nilai terkecil dari bytes sendiri adalah 2. Jadi banyaknya record yang dapat tersimpan di sebuah hard drive yang menggunakan MBR adalah (2^32)*512 = 2,199,023,255,552 bytes  atau 2.19TB.

Western Digital tidak mungkin melupakan hal mendasar seperti ini maka dari itu mereka menyertakan sebuah kartu PCI Advanced Host Controller Interface (AHCI)-compliant Host Bus Adapter (HBA) HighPoint Rocket 620 yang berfungsi sebagai controller yang dapat membaca kapasitas 3TB dengan syarat motherboard Anda telah mempunyai fitur EFI didalamnya.
Western Digital sendiri telah berusaha agar setiap hardware yang nantinya akan dikeluarkan oleh vendor telah mendukung standar EFI. Kesimpulan
Hardisk berkapasitas besar yang dapat digunakan untuk menyimpan file-file multimedia. Space yang besar untuk saat ini. Bayangkan jika anda mempunyai 3 harddrive ini kemudian anda jadikan RAID, dipastikan anda tidak perlu khawatir kehabisan space hardisk untuk beberapa waktu ke depan hingga keluar hardrive dengan kapasitas lebih besar. Semua file-file yang anda kira harus anda buang untuk menyelamatkan space hardrive kini dapat anda simpan tanpa khawatir anda tidak bisa menyimpan file yang lainnya. Harddrive yang mempunyai seri green ini juga dijamin dingin dan irit listrik jika anda ingin menyalakannya terus menerus di HTPC anda.

Plus:
  • Kapasitas Besar
  • Irit listrik
  • Dingin
Minus:
  • Dukungan hardware terhadap hardrive berkapasitas besar masih kurang
  • Adanya batasan besarnya drive yang disuport oleh hardware
Pemasangan di Berbagai Sistem Operasi

Sayangnya untuk pengguna windows XP drive ini tidak didukung sama sekali, jadi jika Anda menggunakan windows XP dan ingin menggunakan drive ini silahkan upgrade sistem operasi ke Windows 7 64 bit agar dapat menggunakan drive ini atau dapat membeli external hard drive casing dan dan menghubungkan drive ini melalui USB.
Bagi pengguna windows Vista dan Windows 7 32 bit, drive ini hanya bisa dijadikan drive secondary, sedangkan jika menggunakan Windows Vista dan Windows 7 64 bit, drive ini dapat  digunakan baik sebagai bootable maupun secondary drive dengan syarat mengaktifkan fitur EFI pada motherboard Anda. Bagi pengguna Mac OS X dan Linux, bootable drive dan secondary drive dapat langsung digunakan.
Paket Penjualan

Kotak yang didesain menahan goncangan menjaga agar hardrive aman dari goncangan selama proses pengiriman.
Hardrive, sata controller dan buku petunjuk.


Sumber:Http://www.chip.co.id
Read more »

Intel E8500 3.16Ghz FSB 1333Mhz

Spesifikasi E8500

Fitur E8500
Intel menempatkan kata Core 2 Extreme QX6850, biasanya procesor dengan kata Extreme ditempatkan pada kelas tertinggi. Core 2 Extreme QX6850 memiliki 4 core dari 2 buah dual core didalam satu buah procesor.
Pada gambar dibawah ini , perbedaan dari Dual Core E6600 dibandingkan Core 2 Extreme QX6850. Gambar kiri adalah bagian adalah Core 2 Extreme QX6850 sedangkan gambar sebelah kanan dari E6600.
Untuk artikel ini dijelaskan kemampuan terbaik dari procesor Intel E8000. Untuk test procesor mengunakan seri tertinggi dengan E8500, memiliki kecepatan 3.16Ghz (9.5X 333Mhz). FSB internal E8500 dengan 333Mhz X 4 atau 1333Mhz. Multiplier E8500 memiliki kecepatan atas dan bawah dengan 6 (idle ) dan 9.5x (load). Ketika procesor idle bersama fitur EIST diaktifkan maka kecepatan akan menurun pada speed 2Ghz, sedangkan full speed akan mencapai 3.16Ghz.
Bus dan multiplier pada procesor E8500 sudah tinggi, tetapi kekuatan pada bus internal dan ekternal belum mampu menahan kinerja procesor untuk di overclock.


E8500 sementara membutuhkan mainboard dengan chip-set terbaru. Seperti tipe P35, X38 atau tipe terbaru dengan X48 yang tertunda direlease. pada gambar dibawah adalah setting BIOS untuk E8500. 

Test Benchmark

Spesifikasi hardware
Board
Gigabyte GA-X38-DQ6
Memory
1 GB memory Corsair PC8500 pair
Power Supply
Corsair HX620
VGA
Gigabyte X600
Cooler
Corsair Nautilus 500
Sound card
Steelsound USB
Storage
3 Harddisk, 5 Fan
Setting BIOS
Auto
Untuk benchmark, diperbandingkan antara Core 2 Duo Wolfdale E8500 versus Conroe E6600. Kecepatan Conroe core 65nm nantinya disesuaikan agar menyamai speed E8500 Wolfdale dengan 3.16Ghz. Tujuan test pada kecepatan yang sama, untuk melihat kemampuan dari ratio performa serta konsumsi power kedua procesor.
Seluruh test benchmark pada kedua procesor tidak merubah setting pada board, dan hanya disetup dengan default termasuk setting Vcore untuk procesor termasuk setting untuk overclock procesor.
Setting benchmark
Procesor
Speed
Default speed
E8500
Overclock
4.0Ghz (9.5 x 422Mhz)
E8500
Default
3.16Ghz (9.5 x 333Mhz)
E6600
Overclock
3.16Ghz (9 x 352Mhz)
E6600
Default
2.4Ghz (9 x 266Mhz)

Dibawah ini adalah overclock E8500. Hanya dibutuhkan perubahan FSB dari 333Mhz ke 422Mhz, membuat E8500 3.16Ghz mencapai speed 4.0 Ghz


 Benchmark dengan CPUmark, antara E6600 vs 8500 tidak banyak berbeda. E8500 lebih unggul beberapa point dibanding E6600. Dengan kemampuan hardware yang sama, terlihat kedua procesor memiliki performa tidak berbeda. CPUmark hanya melakukan penilaian dari sistem utama seperti memory, power supply serta chip-set. Tampak kemampuan E8500 sedikit diatas E6600.

Satu test cukup jangkal pada SiSoft Sandra. Karena E8500 memiliki tambahan instruksi dengan SSE4 untuk multimedia. Maka hasil test kemampuan procesor terlihat berbeda dari tampilnya E8500 vs E6600, Dan memiliki score lebih tinggi dibanding E6600 walaupun mengunakan speed yang sama.
Tampak juga pada test multimedia antara integer dengan floating point, kemampuan integer untuk multimedia dari procesor E8500 melewati E6600. 2 score tampil antara E6600 dengan overclock dan E8500 pada default speed berbeda cukup jauh. Sementara angka Floating Point untuk multimedia terlihat sama besar.
Bandwidth memory tentu berhubungan dengan kemampuan memory. Ada baiknya menyiapkan memory kelas premium bila ingin memacu E8500. Karena E8500 ternyata dapat menghasilkan tranfer bandwidth diatas 7000MB/s dengan PC8500.
Untuk PCmark 05, score kedua procesor procesor terlihat tidak banyak berbeda pada speed 3.16Ghz. Sementara kecepatan memory tampil dari E8500, karena FSB procesor sudah sinkron dengan FSB 1333Mhz dan membuat kecepatan berimbang untuk DDR2 PC8500.

Test Aplikasi Multimedia

Pada test aplikasi multimedia dengan Vegas Pro 8 dan TMPGenc sangat terlihat bahwa E8500 memiliki score terbaik. Kedua software video editing tersebut dapat memanfaatkan fitur dual core.
Test Vegas Pro untuk kecepatan procesor yang sama, E8500 lebih cepat 9 detik dibandingkan E6600 dengan overclock. Ketika procesor E8500 dipacu lebih tinggi sampai 4Ghz, waktu dapat dihemat menjadi 48 detik. Tentu bukan angka detik yang dianalisa, tetapi kemampuan procesor E8500 memang lebih mampu menangani aplikasi multimedia.
Demikian juga pada test software encoding TMPGenc dari konversi format DivX ke DVD. E8500 terlihat lebih cepat menyelesaikan proses encoding dibanding E6600.

Kejutan dengan pemakaian power
 Cukup menarik untuk konsumsi power E8500. Untuk sebuah sistem computer, ternyata konsumsi power dan performa E8500 ternyata lebih hemat dibandingkan E6600.
Kondisi idle saja dengan default speed 3.16Ghz E8500, hanya mengkonsumsi 120W power listrik. Konsumsi power E8500 terlihat lebih rendah 10W dibandingkan E6600 dengan speed lebih rendah. Bahkan menghemat sampai 40W dengan speed yang sama antara E8500 dengan E6600 yang dioverclock 3.16Ghz.
Ketika procesor diberikan beban separuh atau single core, E8500 hanya membutuhkan power 147W untuk kecepatan 3.16Ghz. Dibanding E6600 dengan speed overclock 3.16Ghz, malah membuang power 186W. Selisih kedua procesor dengan kecepatan yang sama menjadi jauh dengan perbedaan 40W. Bahkan ketika test dilakukan untuk single dan double core, E8500 dipacu sampai kecepatan 4Ghz hanya mengkonsumsi power 185W dan 200W, yang mengunakan power seperti E6600 dengan speed lebih rendah 3.16Ghz
Secara keseluruhan, performa ratio dan pengunaan power E8500 memang belum mampu ditandingi oleh Conroe Core E6600. 

Kemampuan E8500 

Result

Terdapat 3 kemampuan utama dari E8500 yaitu instruksi baru dari SSE4.1 dan L2 cache lebih besar, hemat power dan kemampuan overclock.
Untuk SSE4.1 sangat baik dimanfaatkan bagi mereka yang memerlukan encoding file seperti DivX. Fitur multimedia membuat core Penryn lebih cepat mengulah data tipe multimedia. Walaupun harus menunggu fitur dari software yang mampu memanfaatkan intruksi SSE4. Cache L2 E8500 juga lebih besar sampai 6MB sehingga dapat membantu performa game 3D.
E8500 dengan code core Wolfdale, ternyata lebih hemat power dibandingkan core Conroe 65nm. Multiplier procesor akan turun menjadi 6x ketika idle membuat procesor bekerja pada kecepatan 2Ghz dan lebih hemat power. Sehingga penguna E8500 tidak perlu mengkawatirkan borosnya PC karena sebuah PC high-end hanya memerlukan 100W pada kondisi idle.
Overclock dengan E8500, memang sangat baik. Dengan board premium maka procesor langsung dapat dipacu dari 3.16Ghz sampai 4Ghz tanpa setting khusus. Masalahnya ketika procesor dipacu sampai 4Ghz, akan berdampak pada memory. Bila menginginkan procesor E8500 bekerja dengan overclock , ada baiknya melihat juga kemampuan memory. Karena setting terendah dengan FSB diatas 400Mhz, membutuhkan kecepatan DDR2 kelas 800Mhz atau lebih.

Sumber: Http://www.obengware.com
Read more »

Review Asus Eee PC 1215P

Keluar Jalur
Kombinasi prosesor dan ukuran layar notebook ini memang nyeleneh. Namun keberanian Asus ternyata menghasilkan produk yang menarik.
Biasanya, prosesor Intel Atom cuma digunakan netbook berukuran 10 inci. Namun melalui EeePC 1215P ini, Asus “keluar jalur” dengan menanamkan Atom di notebook 12 inci.
Memasang Atom di notebook 12 inci memiliki beberapa kelebihan. Pertama tentu saja harga. Asus EeePC 1215P ini dibandrol dengan harga Rp3,3 juta (tanpa OS, Rp. 3,8 juta dengan Windows 7 Starter), atau tidak jauh berbeda dengan netbook. Selain itu, Atom adalah prosesor hemat daya, sehingga keluaran panasnya relatif lebih kecil.
Hal ini membuat Asus tidak kesulitan merancang notebook ini dengan desain tipis dan ringan. Jika dihitung, bobotnya hanya 1,5 kg, dengan tebal tidak lebih dari 3 cm.
Selain itu, daya tahan dalam mode baterai juga dahsyat. Ketika kami uji menggunakan Battery Eater mode Text (yaitu memutar teks secara terus-menerus), notebook ini bisa mencatat waktu 6 jam lebih. Saat digunakan memutar video HD secara terus-menerus, notebook ini pun nyaris menembus 4 jam. Pendek kata, notebook ini bisa diandalkan meski Anda sering bepergian dan jauh dari sumber listrik.
Namun sesuai takdir Atom, performa notebook ini memang tidak istimewa. Meski menggunakan Atom N550 yang memiliki dua inti, Anda tidak bisa menggunakan notebook ini untuk konversi video, render gambar definisi tinggi, atau memainkan game kelas berat. Yang bisa Anda lakukan di notebook ini adalah kegiatan komputasi standar, seperti mengetik, browsing internet, atau menonton video. Itu pun dengan catatan, videonya maksimal berformat HD 720 (1280x720 pixel), namun tidak HD 1080 (1920x1024 pixel). Jika dibandingkan notebook berbasis AMD Fusion, performanya jauh tertinggal (lihat tabel).
Secara fasilitas, notebook yang tersedia dalam 4 warna ini juga minus perangkat optik. Tidak ada pula HDMI dan eSATA yang menjadi standar di notebook masa kini. Fasilitas yang tersedia terbilang standar, seperti WiFi, Ethernet, webcam, serta colokan USB (3 buah).
Namun jika kekurangan tersebut bisa dimaklumi, notebook ini tergolong enak digunakan. Keyboard-nya sudah menggunakan model chiclet dengan ukuran tombol 1,5x1,5 cm. Dikombinasikan dengan tombol yang empuk ketika ditekan, kami bisa mencapai kecepatan ketik standar dengan mudah. Anda juga akan betah mengetik di notebook ini, karena panas yang timbul di sandaran tangan tetap terjaga meski kami menggunakannya selama berjamjam. Layarnya memiliki resolusi 1366x768, lebih baik dari netbook yang resolusinya 1024x768.
Kalaupun ada keluhan adalah area touchpad yang licin yang membuat pergerakan kursor tidak selincah harapan. Penggunaan bahan glossy di punggung layar juga membuat sidik jari mudah menempel, memberikan kesan kotor jika Anda tidak sering-sering mengelapnya.
(Wisnu Nugroho)
****
Kami menyukai Asus EeePC 1215P. Dengan harga yang sama, notebook ini memberikan kenyamanan lebih baik dibanding netbook. Penggunaan Atom memang membatasi kemampuannya, namun tetap memadai kalau hanya untuk aplikasi standar. Jadi jika Anda sedang mencari notebook yang ringan dari sisi penggunaan maupun harga, Asus EeePC 1215P adalah pilihan yang wajib dilirik.

Hasil Uji
Kami membandingkan Asus EeePC 1215P dengan Acer Aspire 4253 yang berbasis AMD Fusion. Dari hasil pengujian, bisa terlihat kalau kinerja Intel Atom tertinggal jauh di sisi grafis. Namun daya tahan baterainya relatif lebih baik, meski dengan catatan notebook Acer memiliki ukuran layar lebih besar (14 inci).
Pengujian
Asus EeePC 1215P
(Intel Atom N550, memori 1GB, VGA Intel GMA 3150, baterai 47Wh, 12,1 inci)
Acer Aspire 4253
(AMD E-350, memori 1GB, VGA Radeon HD6310, baterai 48Wh, 14,1 inci)
Sysmark 2007
40
52
PCMark Vantage
1704
2147
Cinebench R11.5
0,47 points
0,46 points
Encoding video
39 menit 20 detik
44 menit 32 detik
Encoding audio
9 menit 41 detik
3 menit 12 detik
3DMark 2006
150
2276
Stalker (Day)
2,8 fps
N/A
Daya Tahan Baterai
Memutar HD Video
3 jam 51 menit
3 jam 27 menit
Battery Eater (Text)
6 jam 17 menit
5 jam 24 menit

Spesifikasi Asus EeePC 1215P
Layar
12,1 inci, 1366x768 pixel
Prosesor
Intel Atom N550 (1,5GHz, dual core, 3MB L3 cache)
Memori
1GB DDR3-667 (1 dari 2 slot)
Chipset
Intel NM10
Kartu Grafis
Intel GMA 3150 (256MB)
Harddisk
320GB, 5400rpm, SATA-II (Seagate)
Kartu suara
Realtek ALC269
Optical drive
Tidak ada
Fasilitas
WiFi a/g/n, Ethernet, USB (3x), webcam, card reader
Sistem Operasi
DOS/Windows 7 Starter
Baterai
47 Wh
Dimensi
29,8 x 20,5 x (2,5 - 4,1) cm
Bobot
1,49 kg
Garansi
2 tahun (international warranty)
Situs Web
Harga kisaran*
Rp3,3 juta (No OS) Rp3,8 juta (Windows 7 Starter)
*Asus Indonesia, (021) 4586-5050 



Ada Penutupnya
Dengan alasan security, kamera di notebook ini memiliki penutup, meski kami sendiri tidak merasa membutuhkan penutup seperti itu.





 Licin
Ukuran touchpad yang lebar ini sesungguhnya sebuah keunggulan tersendiri. Sayang permukaannya licin sehingga terasa kurang responsif. 





Tombol Pintas
Ada dua tombol shortcut yang tersedia. Yang kiri untuk mengatur power management, yang kanan untuk mengaktifkan WiFi. 





Plus     : Harga kompetitif; penggunaan nyaman; daya tahan baterai lama.
Minus : Kurang ideal untuk komputasi kelas berat; tanpa perangkat optik; mudah kotor.
Skor Penilaian
- Kinerja            : 4,75
- Fasilitas          : 4,25
- Penggunaan   : 4,25

 

sumber: http://www.infokomputer.com
Read more »